Fatwa MUI tentang Perayaan Natal Bersama
PERAYAAN NATAL BERSAMA
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, setelah :
MEMPERHATIKAN:
1. Perayaan Natal Bersama pada akhir-akhir ini disalahartikan oleh sebagian umat Islam dan disangka dengan umat Islam merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
2. Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut dalam perayaan Natal dan duduk dalam kepanitiaan natal.
3. Perayaan Natal bagi orang-orang kristen merupakan ibadah.
MENIMBANG:
1. Umat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama.
2. Umat Islam agar tidak mencampuradukkan akidah dan ibadahnya dengan akidah dan ibadah agama lain.
3. Umat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan Takwanya kepada Allah SWT.
4. Tanpa mengurangi usaha umat Islam dalam Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia.
Refleksi dari Sebuah Komitmen
Seseorang yang akan menganut agama Islam diharuskan mengucapkan syahadat Laailaha Illallah. Sebuah kata yang sangat ditakuti oleh kaum quraisy di jaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sebuah kalimat yang dengannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam diusir dari negeri kelahirannya.
Seorang Muslim ketika mengucapkan kalimat yang mulia ini seyogyanya akan mendapatkan perubahan besar dalam hidupnya. Kalimat ini akan memuliakan orang yang dianggap hina, lemah menjadi kuat dan bodoh menjadi berilmu.
Maafkan Kami wahai Palestinaku
Kami minta maaf wahai Palestinaku, kami hanya bisa melihatmu
dihantaman rudal-rudal tentara zionis, kami hanya bisa menyaksikan ibu-ibu dan
anak-anak kalian tergeletak tak berdaya, kami hanya bisa melihat rumah-rumah
kalian hancur akibat hantaman rudal penjajah zionis, kami hanya bisa melihat
tangisan anak-anak kalian mencari ibunya.
Maafkan kami wahai Palestinaku. Kami tak berdaya membantu
kalian menghalau rudal-rudal dari penjajah zionis itu, kami tak berdaya memukul
mundur para penjajah itu.
GALAU Tingkat Tinggi
Diposting oleh
sudirmantahir
di
11.37
Kamis, 01 November 2012
Label:
Dakwah,
Goresan,
Ikhwah
0
komentar
Hampir setiap paginya saya dibangunkan oleh suara alarm HP yang memang telah distel sebelumnya. Saya bangun dan bergegas untuk persiapan sholat subuh, tapi ada yang aneh..kamar samping kiri kanan saya sama sekali belum terlihat aktivitas menyambut subuh yang indah nan sejuk itu.
Sayapun melangakahkan kaki keluar rumah menuju rumah Allah dengan melintasi lorong demi lorong tapi lagi-lagi saya tidak melihat aktivitas menyambut panggilan Allah kecuali sedikit saja (itupun hanya orang tua). Didalam hati berguman, seandainya setiap subuh hari anak muda tetangga saya itu bersemangat membangunkan orang-orang untuk sholat subuh seperti semangat mereka membangunkan masyarakat untuk makan sahur dibulan ramadhan yang baru saja lewat.
Seluruh Jiwaku untuk Kekasihku
Diposting oleh
sudirmantahir
di
18.53
Jumat, 21 September 2012
Label:
Goresan,
Ikhwah,
Tarbiyah
0
komentar
Zona554. Alhamdulillah, pujian terus mengalir kepada Allah atas sebuah nikmat yang tidak pernah berhenti mengalir. Termasuk didalamnya menjadi bagian hidup dari seseorang yang menyejukkan hati ketika bersanding bersamanya, berjalan bersamanya dan menikmati hidup bersamanya.
Pujian dan sanjungan terus mengalir lembut untuknya, cinta kasih tidak pernah pudar dan seluruh jiwa ini rela kupertaruhkan untuknya.
Masjid yang Kesepian
Masjid yang dulunya begitu sederhana kini tampak begitu megah berdiri tegak disudut sebuah kampung yang begitu sejuk (tapi buat aku begitu dingin). Masjid bersejarah yang mengajari penduduk mungil dengan baca tulis Al Quran dan doa sehari-hari. Masjid yang disetiap sorenya ribut oleh suara anak-anak. Masjid yang menghasilkan remaja-remaja yang berkualitas dan tangguh.
Masjid dulu itu, kini begitu indah dengan fasilitas lengkap (tanpa AC). Tapi sayang seribu sayang, kemegahannya tidak berarti apa-apa dengan kondisinya yang memprihatikan.
Menyambut Tamu nan Mulia
Diposting oleh
sudirmantahir
di
08.04
Kamis, 12 Juli 2012
Label:
Doa,
Goresan,
Ramadhan Mubarak,
Tips n Info
0
komentar
Zona554. Tamu yang agung akan segera datang. Seabrek persiapanpun harus segera dilaksanakan. Sebagai tuan rumah, tentunya kita harus memuliakan tamu itu. Melayaninya dengan baik. Menyuguhkan hal yang terbaik. Sehingga tamu bisa terpenuhi hak-haknya.
Tamu nan mulia, bulan ramadhan akan segera datang. Bagaimana persiapan kita menyambutnya? Bagaimana dengan fisik kita? Tapi tidak sekedar fisik yang harus disiapkan tapi paling penting adalah persiapan jiwa.
Mobil Mewah Impianku
Diposting oleh
sudirmantahir
di
09.54
Minggu, 08 Juli 2012
Label:
Dakwah,
Goresan,
Tarbiyah
0
komentar
Satu persatu mobil mewah lewat didepan saya. Teman saya yang satu
berkata “enaknya kalau kita punya mobil, tidak kehujanan dan bisa dipake
kedaerah”. Saya juga tidak mau kalah “saya juga mau, agar kalau ada ikhwah yang
walimah di daerah tidak perlu rental lagi”.
Ditambah hujan mengguyur
bumi –Alhamdulillah- menjadikan semakin besar keinginan saya untuk mempunyai
mobil. Tapi kalau melihat kondisi traffic yang setiap hari macet, impian itupun
menjadi buyar. Debu ditambah panas matahari
yang menyengat, membuat keinginan untuk mendapatkan mobil impian itu kembali
bergelora.
Jalangkote’
Zona554. Jalangkote’ alias jalkot merupakan salah satu jajan khas daerah anging mammiri. Hampir semua orang doyan dengan jajan yang dilengkapi dengan saus pedas manis sebagai pelengkapnya ini. Yah… selain strukturnya yang menyerupai rambut anak punk, ciri khas lainnya yang orang Makassar sebut –lombo’na- inilah yang susah untuk dilupakan. Dan pagi ini kembali saya menikmatinya walaupun pada akhirnya harus kepedasan. Alhamdulillah
Kerumunan Ikhwah
Zona554. Sore hari saya dan beberapa ikhwah yang lain sedang
menikmati secangkir teh yang rada manis, sontan ada ikhwah yang nyeloteh “pasti
yang bikin ini takut diabetes”, pada
waktu yang lain nyelotehnya juga aneh “kalau kurang manis…pandangin aja wajahku”
#gubrakkkk. Begitulah sepenggal cerita ditengah kerumunan ikhwah.
Sosok diri yang memiliki iman yang lemah berusaha mencari
kerumanan itu. Karena suasana berkumpul seperti inilah, karena suasana bersama
ikhwah inilah iman yang lemah ini bisa terbiasa dengan amal-amal sholeh –walupun
dikit- imbas dari kesholehan mereka.
Langganan:
Komentar (Atom)
RSS Feed
Twitter










