Pemulung Cilik

0 komentar
Menjelang shalat Jum’at saya sempatkan berbincang dengan seorang bocah. Ternyata bocah itu adalah pemulung cilik, dari segi penampilan tidak Nampak bahwa dia adalah seorang pemulung.

Sepasang baju gamis membuat dia begitu berwibawa dan berkelas dipandangan saya. Anak ini sangat professional, bisa menempatkan diri dalam berbusana, mana masjid mana area bukan masjid. Orang kantoran mah kalah…

Saya  kemudian membuka pembicaraan...

Porsi Makan

0 komentar
Ada cerita menarik setiap harinya ketika saya akan makan siang. Saya selalu meniatkan dalam hati saya untuk makan dengan porsi kecil, berharap tumpukan lemak dalam perut saya tidak bertambah.

Tapi payah setiap makan siang, porsi saya melebihi dari porsi kebanyakan orang. Soalnya lauk pauknya itu loh sangat menggoda. Makanan kampung man… ada tempe bacem, sayur tuttu’, ikan goreng sambel tomat pedas manis dan lombo’nya itu loh…

Hmmm…ngiler kan…

Yah sudah, siasatnya cuman satu..porsi sarapan dan makan malamnya dikurangi.

Dikurangi dikit aja..hehehe...


Wallahu a’lam (ST)

Cerita akhir pekan

0 komentar
Beberapa hari yang lalu saya sedikit terkejut karena terpilih dalam skuad tim Volly Ibnu Sina, soalnya tahun lalu saya tidak mendapatkan kesempatan itu. Dan tahun ini…Alhamdulillah saya dipercaya memperkuat tim kebanggaan ini.

Emas…sudah pasti incaran setiap Tim yang ikut dalam ajang tersebut.

Jreng….hari yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul juga, dengan memakai kaos oblong lengkap dengan celana dipaksa olah raga yang sudah tidak Isbal lagi, plus sepatu keren hasil perburuan diskon terpasang dengan rapinya ditubuh yang hanya ngimpi punya perut kotak-kotak.

Hi Blog!

0 komentar
Hari ini tiba-tiba kepikiran untuk mengotak atik blog. Blog yang super sederhana ini sudah lama tak berpenghuni lagi. Yah..karena pemiliknya lagi sibuk dengan dunianya (ah..alasan, bilang aja malas).

Saya tahu, sebagai tuan rumah saya harus memuliakan tamu-tamu saya. Tapi sekali lagi saya minta maaf, suguhan apa adanya karena blog ini hanya berisi cerita bukan berita.

Yah..segitu aja.


Sekian (ST)

Mim Tasydid, Kenangan Bersama Ustadz Umar

1 komentar
Zona554. Dipagi hari yang begitu sejuk, mata saya tertuju pada handphone yang memperlihatkan lampu indicator yang terus berkedip seolah tidak sabar meminta agar saya segera meraihnya. Setelah saya membuka pesan dalam WA, pesan pertama yang saya lihat adalah "Innalillahi Wainna 'ilaihi Roji'un, orang tua kami Ust. Umar wafat.." Innalillahi wainna 'ilaihi roji'un..Yaa..Allah. Saya seolah bingung harus berbuat apa.

Saya tidak terlalu kenal banyak tentang beliau, saya hanya mengenal sosok beliau yang ramah dan senang membantu. Kalau melihat status-status beliau di FB (sewaktu masih sehat) berisi pertanyaan bagaimana keadaan ikhwah?, lagi menghimpun dana untuk kegiatan sosial, ucapan salam, hanya seputar itu. Tidak salah memang, soalnya keseharian beliau yah…seperti itu, tanya kabar, senyuman khas (yang selalu terbayang), membantu ikhwah. Yah..sekali lagi seputar itu saja. Tentunya kerja dakwah beliau (saya kira semua ikhwah sudah tahu).

KTP Tidak Berlaku Lagi

0 komentar
Zona554. KTP saya ternyata tidak berlaku lagi. Hal ini baru saya sadari ketika hendak membuka rekening disalah satu Bank Syariah. "Maaf Pak ….  bisa saya lihat KTP-nya" kata salah seorang CS dengan nada yang ramah. "ini Mbak" saya menyerahkan KTP dengan begitu PeDe-nya. "maaf Pak ….. KTP Bapak sudah tidak berlaku lagi, kami hanya melayani costumer dengan tanda pengenal yang masih berlaku" kata CS-nya yang membuat kePeDean saya turun pada level 15%. "ooo…begitu yah Mbak, makasih" saya bergegas meninggalkan Bank tersebut.

Tanpa buang waktu saya segera menuju ke Kantor Lurah untuk mengambil surat pengantar ke Kecamatan.

Antara Dakwah Kampus dan Dakwah Sekolah

1 komentar
Zona554. "Antum saja dek penanggung jawabnya" saya mencoba menawarkan amanah kepada salah seorang ikhwah. "Tidak bisa kak, soalnya saya koordinator disini (dakwah sekolah red) dan koordinator juga di LDF kak" jawabnya. "Ooo…" lanjutku singkat.

Obrolan singkat tapi sarat dengan makna, obrolan yang sedikit menggambarkan aktivitas dakwah di dunia kampus dan di dunia sekolah. Aktivitas yang menurut saya sangat indah dan penuh warna warni, membuat para pelakonnya bingung harus pilih yang mana. Fokus di dakwah sekolah atau kampus, atau memilih keduanya.

Anugrah Terindah

0 komentar
Bukan untuk memberatkan kita, jika praktik ibadah terkadang sulit. Bukan pula untuk membebani kita jika ia terkadang rumit. Sebab ia adalah petunjuk kebenaran, penerang jalan, penawar kesakitan, pengingat kealpaan, pembawa keberkahan, penghembus ruh ketaatan, serta berbagai manfaat lain yang tidak akan pernah mampu kita jangkau hakikatnya.Apalagi jika rumit dan sulit sendiri sangat relatif, dari mana kita melihat, dan bagaimana kita menghadapinya!
Tapi proses menuju sebuah prestasi selalu memiliki ceritanya sendiri. Ia tidak sendirian saat kemenangan menjelang, tidak muncul begitu saja tanpa upaya pengadaan. Bersama  pencapaiannya, sejumlah kemungkinan konsekuensi berisiko dan pengorbanan tak terduga mengiringi.Bukankah berharap kemenangan tanpa perjuangan adalah sebuah kemustahilan? Bahkan, seringkali, ia tidak ringan dan mudah, juga tak murah!

Semua Karena Cinta

0 komentar
Sejenak mari kita melihat keindahan dan ke Maha Kuasaan Allah pada diri kita. Alhamdulillah kita dikaruniai tubuh yang sehat dan lengkap tanpa cacat apapun, sedikit kekurangan fisikpun adalah karunia dari Allah..kenapa? karena kita mampu mensyukuri nikmat yang Allah telah tetapkan kepada kita.

Sejenak perhatikanlah diri kita, dahulu sebelum kita merasakan Nikmat Allah yang luar biasa ini, nikmat yang fantastik ini. Yah..nikmat Hidayah yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Mata bisa meleleh jika teringat dengan kelakuan kita yang lampau. Sholat yang bolong-bolong bahkan tidak sama sekali, waktu yang dihabiskan dengan maksiat, pandangan yang tidak terkontrol, tangan yang tak terjaga, pakaian yang terseret, dagu yang mulus dan begitu banyak..

Dosen JIL vs Mahasiswa

0 komentar
DOSEN : "Saya bingung, banyak Umat Islam diseluruh dunia lebay.. 
Kenapa harus protes dan demo besar-besaran cuma karena tentara amerika menginjak, meludahi dan mengencingi Al-Quran? 

Wong yang dibakar kan cuma kertas, cuma media tempat Quran ditulis saja kok...
Yang Quran nya kan ada di Lauh Mahfuzh. Dasar ndeso. Saya kira banyak muslim yang mesti dicerdaskan." 
......

Meskipun pongah namun banyak mahasiswa yang setuju dengan pendapat dosen liberal ini. 
Memang Quran kan hakikatnya ada di Lauh Mahfuz.
Copyright © ZONA 554