Pertanyaan sederhana kepada yang menyesalkan langkah kaum Muslim Mesir menentang kudeta berdarah Militer:
1. Benarkah demonstrasi damai dan tanpa senjata atau mogok massal adalah bentuk pemberontakan? Sebaiknya baca kembali kitab fiqh yang membahas tentang "khuruj."
2. Benarkah dengan kembali ke rumah, rakyat Mesir akan "lepas" dari sikap represif gang al-Sisi? Jangan lupa pidato al-Sisi, bahwa agenda sesungguhnya adalah "memberantas terorisme."
3. Apakah Gang al-Sisi sudah sah disebut sebagai pemerintah di sebuah negara yang menganut sistem demokrasi seperti Mesir? Sehingga wajib taat/sabar dan penentangnya adalah pemberontak?
MESIR; KAMI BERSAMAMU!
Saya bukan anggota Ikhwanul Muslimin.
Saya adalah seorang hamba yang berusaha meniti jalan kaum salaf, yang berusaha komitmen mendakwahkan manhaj Ahlussunnah.
Saya sendiri punya banyak catatan dan kritikan terhadap manhaj dan pemikiran organisasi ini serta para tokohnya. Terutama terhadap komitmen mereka untuk menepati manhaj al-Salaf al-Shaleh dalam seluruh aspek.
Saya bahkan secara khusus pernah mengkajikan sebuah buku berjudul Nazharat fi Manhaj al-Ikhwan al-Muslimin, yang mengkritik gerakan ini.
Saya adalah seorang hamba yang berusaha meniti jalan kaum salaf, yang berusaha komitmen mendakwahkan manhaj Ahlussunnah.
Saya sendiri punya banyak catatan dan kritikan terhadap manhaj dan pemikiran organisasi ini serta para tokohnya. Terutama terhadap komitmen mereka untuk menepati manhaj al-Salaf al-Shaleh dalam seluruh aspek.
Saya bahkan secara khusus pernah mengkajikan sebuah buku berjudul Nazharat fi Manhaj al-Ikhwan al-Muslimin, yang mengkritik gerakan ini.
Instropeksi Diri
Diposting oleh
sudirmantahir
di
16.29
Sabtu, 04 Mei 2013
Label:
Dakwah,
Ikhwah,
Penyejuk Hati,
Tarbiyah,
Tips n Info
0
komentar
Umar bin Khattab
berkata “ hisablah dirimu sebelum kalian ditimbang! Sesungguhnya berinstropeksi
bagi kalian pada hari ini lebih ringan daripada hisab dikemudian hari. Begitu
juga dengan hari ‘ardl (penampakan amal) yang agung” (diriwayatkan oleh Imam Ahmad
dan Tirmidzi secara mauquf dari Umar bin Khattab)
Seri
Tazkiyatunnafs-Pustaka Arafah (ST)
Tips Meluapkan Emosi
Diposting oleh
sudirmantahir
di
20.38
Selasa, 09 April 2013
Label:
Goresan,
Ikhwah,
Tips n Info,
Ukhuwah
0
komentar
Sebuah kisah pernah telintas ditelinga saya, dimana kisah
itu antara seorang ayah dan seorang anak laki-lakinya. Sang ayah melihat
beberapa hari ini anaknya sering melontarkan amarahnya tanpa sebab, akhirnya sang
ayah menghampiri anaknya tersebut dan duduk disampingnya.
“nak…kenapa beberapa hari ini, ayah lihat kamu kerjanya
marah, marah, marah, dan marah?”. Sang anak hanya terdiam. Ayah kembali memulai
perbincangan “nak..coba kamu membeli beberapa paku dan palu, jika setiap kamu
marah, maka tancapkan satu paku ini ditembok belakang rumah, jika marah kamu
sudah redah maka cabutlah satu persatu paku yang sudah kau tancapkan itu”.
Sedia Payung Sebelum Tarbiyah
Diposting oleh
sudirmantahir
di
14.57
Kamis, 03 Januari 2013
Label:
Goresan,
Ikhwah,
Tarbiyah
3
komentar
Zona554. Alhamdulillah, bumi Allah basah kuyup tersirami hujan dari langit. Mimin (admin red, lebay dikit kagak knapa-knapa ye..soalne emang musim lebay) teringat persis tanggal 1 januari 2013 hujan turun dari pagi sampai malam full time. Mimin sempat berpikir “mungkin nih hujan mau membersihkan bau petasan pasca tahun baruan yang menyelimuti langit yang tidak ridho dengan semua itu”.
Melihat hujan yang turun full time, mimin sarankan agar tetap siap sedia dengan jas hujan bagi pengendara motor, payung buat para pejalan kaki dan selimut bagi yang PW di rumah. Yang lebih penting lagi berdoa jika hujan turun, berdoa setelah hujan turun dan doa – doa lain secara umum (iya bu guru…)
Fatwa MUI tentang Perayaan Natal Bersama
PERAYAAN NATAL BERSAMA
Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, setelah :
MEMPERHATIKAN:
1. Perayaan Natal Bersama pada akhir-akhir ini disalahartikan oleh sebagian umat Islam dan disangka dengan umat Islam merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW.
2. Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut dalam perayaan Natal dan duduk dalam kepanitiaan natal.
3. Perayaan Natal bagi orang-orang kristen merupakan ibadah.
MENIMBANG:
1. Umat Islam perlu mendapat petunjuk yang jelas tentang Perayaan Natal Bersama.
2. Umat Islam agar tidak mencampuradukkan akidah dan ibadahnya dengan akidah dan ibadah agama lain.
3. Umat Islam harus berusaha untuk menambah Iman dan Takwanya kepada Allah SWT.
4. Tanpa mengurangi usaha umat Islam dalam Kerukunan Antar Umat Beragama di Indonesia.
Refleksi dari Sebuah Komitmen
Seseorang yang akan menganut agama Islam diharuskan mengucapkan syahadat Laailaha Illallah. Sebuah kata yang sangat ditakuti oleh kaum quraisy di jaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sebuah kalimat yang dengannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam diusir dari negeri kelahirannya.
Seorang Muslim ketika mengucapkan kalimat yang mulia ini seyogyanya akan mendapatkan perubahan besar dalam hidupnya. Kalimat ini akan memuliakan orang yang dianggap hina, lemah menjadi kuat dan bodoh menjadi berilmu.
Maafkan Kami wahai Palestinaku
Kami minta maaf wahai Palestinaku, kami hanya bisa melihatmu
dihantaman rudal-rudal tentara zionis, kami hanya bisa menyaksikan ibu-ibu dan
anak-anak kalian tergeletak tak berdaya, kami hanya bisa melihat rumah-rumah
kalian hancur akibat hantaman rudal penjajah zionis, kami hanya bisa melihat
tangisan anak-anak kalian mencari ibunya.
Maafkan kami wahai Palestinaku. Kami tak berdaya membantu
kalian menghalau rudal-rudal dari penjajah zionis itu, kami tak berdaya memukul
mundur para penjajah itu.
GALAU Tingkat Tinggi
Diposting oleh
sudirmantahir
di
11.37
Kamis, 01 November 2012
Label:
Dakwah,
Goresan,
Ikhwah
0
komentar
Hampir setiap paginya saya dibangunkan oleh suara alarm HP yang memang telah distel sebelumnya. Saya bangun dan bergegas untuk persiapan sholat subuh, tapi ada yang aneh..kamar samping kiri kanan saya sama sekali belum terlihat aktivitas menyambut subuh yang indah nan sejuk itu.
Sayapun melangakahkan kaki keluar rumah menuju rumah Allah dengan melintasi lorong demi lorong tapi lagi-lagi saya tidak melihat aktivitas menyambut panggilan Allah kecuali sedikit saja (itupun hanya orang tua). Didalam hati berguman, seandainya setiap subuh hari anak muda tetangga saya itu bersemangat membangunkan orang-orang untuk sholat subuh seperti semangat mereka membangunkan masyarakat untuk makan sahur dibulan ramadhan yang baru saja lewat.
Seluruh Jiwaku untuk Kekasihku
Diposting oleh
sudirmantahir
di
18.53
Jumat, 21 September 2012
Label:
Goresan,
Ikhwah,
Tarbiyah
0
komentar
Zona554. Alhamdulillah, pujian terus mengalir kepada Allah atas sebuah nikmat yang tidak pernah berhenti mengalir. Termasuk didalamnya menjadi bagian hidup dari seseorang yang menyejukkan hati ketika bersanding bersamanya, berjalan bersamanya dan menikmati hidup bersamanya.
Pujian dan sanjungan terus mengalir lembut untuknya, cinta kasih tidak pernah pudar dan seluruh jiwa ini rela kupertaruhkan untuknya.
Langganan:
Komentar (Atom)
RSS Feed
Twitter



.jpg)






