Saya tidak bisa membahasan persaudaraan yang saya rasakan saat ini, sungguh indah, nikmat tak terujung (Alhamdulillah). Karena ukhuwah saya bisa menginjakkan kaki sampai ke daerah Jawa bagian Sulawesi Selatan –mangkutana red- . Karena ukhuwah pula saya bisa berpetualang hampir seluruh pelosok Sulawesi Selatan.
Berawal dari sebuah Masjid tua yang tiang depannya udah keropos plus tempat wudhu yang kecil, kalau mau masuk kamar kecil harus ngantri berkepanjangan (soalnya kamar favorit itu adanya cuman satu).
Sejarah PALSU dan NDAK MENARIK
Diposting oleh
sudirmantahir
di
22.42
Jumat, 24 Februari 2012
Label:
Goresan,
Ikhwah,
Ukhuwah
0
komentar
Ikhwah Galau
Terlalu banyak berpikir terkadang membuat kepala akan pecah syukur kalau hanya migren. Permasalahan tidak pernah lepas dari setiap manusia, mulai dari masalah pribadi, kuliah, keluarga, kerjaan dll. Masalah yang ada pada diri terkadang sangat sulit untuk mengungkapkannya, belum lagi padatnya jadwal kuliah plus tugas yang menumpuk mana harus asistensi tempat asistensinyapun lumayan jauh. Belum masalah tadi selesai muncul lagi permasalahan dalam keluarga mulai dari ketimpangan, adanya desakan, kekacauan dan setumpuk masalah lain.
24 jam sehari belum cukup untuk menyelesaikan masalah. Banyaknya masalah terkadang membuat kepala makin puyeng.
24 jam sehari belum cukup untuk menyelesaikan masalah. Banyaknya masalah terkadang membuat kepala makin puyeng.
Rintihan Sang Mantan Ikhwah
Assalamu ‘alaikum…
Bertahun-tahun lamanya penyakit ini terkubur dalam jazadku, hanya Allah yang tahu. Penyakit ini begitu menyiksa jazad dan batinku, terkadang saya berteriak tapi tak seorangpun yang mendengar dan menoleh kepadaku. Saya begitu terasing, dunia ini begitu sempit, dada ini begitu sesak. Tak ada lagi yang peduli dengan penyakitku. Haaahhh….kembalikan saya.
Tak kutemukan lagi canda mereka, tak kurasakan lagi makan bersama dengan mereka, tak kurasakan lagi nginap bersama dengan mereka, tak kurasakan lagi berjuta kenangan indah bersama mereka. Kemana kalian?? kenapa menjauh dariku?? Kenapa kalian tidak mendengar teriakanku??
Bertahun-tahun lamanya penyakit ini terkubur dalam jazadku, hanya Allah yang tahu. Penyakit ini begitu menyiksa jazad dan batinku, terkadang saya berteriak tapi tak seorangpun yang mendengar dan menoleh kepadaku. Saya begitu terasing, dunia ini begitu sempit, dada ini begitu sesak. Tak ada lagi yang peduli dengan penyakitku. Haaahhh….kembalikan saya.
Tak kutemukan lagi canda mereka, tak kurasakan lagi makan bersama dengan mereka, tak kurasakan lagi nginap bersama dengan mereka, tak kurasakan lagi berjuta kenangan indah bersama mereka. Kemana kalian?? kenapa menjauh dariku?? Kenapa kalian tidak mendengar teriakanku??
Dialog tentang Rokok
A : "Kenapa kamu masih ngerokok ? Apakah kamu tidak tahu hukumnya rokok ?"
B : "Justru saya masih merokok karena tahu hukumnya."
A : "Apa ?"
B : "Yah tidak dilarang...berarti boleh atau maksimalnya makruh."
A : "Ada dalil larangannya dalam al Quran."
B : "Mana dalilnya ?"
B : "Justru saya masih merokok karena tahu hukumnya."
A : "Apa ?"
B : "Yah tidak dilarang...berarti boleh atau maksimalnya makruh."
A : "Ada dalil larangannya dalam al Quran."
B : "Mana dalilnya ?"
Syukur bertambah, Nikmat Melimpah
Nikmat itu hadir karena syukur. Lalu syukur itu akan mengundang hadirnya tambahan nikmat. Tambahan nikmat akan terus diturunkan kepada seorang hamba, dan tidak akan berhenti hingga hamba itu sendiri yang menghentikan syukurnya kepada Allah. Begitulah kesimpulan cerdas dari sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu.
Sesuai dengan kadar syukur seseorang, sebanyak itu pula tambahan nikmat akan tercurah kepadanya.
Sesuai dengan kadar syukur seseorang, sebanyak itu pula tambahan nikmat akan tercurah kepadanya.
9 Januari dan Kejutan dari Ibu
Alhamdulillah, pujian dan rasa syukur saya kepada Sang Pencipta tidak putus-putusnya atas segala nikmat yang diberikan kepada saya termasuk sosok Ibu yang begitu lembut telah mengisi hari-hariku dan juga seorang Ayah yang begitu tenang dan tegas dalam mendidik saya. Salawat dan salam kepada suri teladan kita semua Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam dimana seluruh ibadah kita tidak akan diterima oleh Allah tanpa mengikuti tata cara ibadah Beliau
9 Januari adalah
9 Januari adalah
Doa Agar Istiqomah
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوْبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِيْنِكَ
Yaa Muqallibal Quluub, Tsabbit Qalbi ‘Ala Diinik
Artinya: “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkan hati kami di atas agama-Mu.” (HR. Ahmad dan at Tirmidzi)
Mengenal Sosok Al Masih Putra Maryam
Dipenghujung akhir tahun Masehi kita akan banyak menjumpai symbol-simbol dari agama Nasrani. Smbol ini jelas karena mereka akan merayakan hari raya mereka dengan maksud untuk merayakan kelahiran Yesus yang mereka anggap Tuhan. Tetapi siapa sebenarnya Yesus itu atau orang Muslim mengenal beliau dengan Nabi Isa ‘alaihissalam?
Untuk itu mari kita mengenal Isa Al Masih ’Alaihi Salam terlebih dahulu berdasarkan Al Qur’unul Karim, agar kita mampu memposisikan beliau sebagai hamba Allah yang terpuji dan terpilih, bukan sebagai salah seorang Tuhan dari berbagai macam Tuhan yang disembah:
Untuk itu mari kita mengenal Isa Al Masih ’Alaihi Salam terlebih dahulu berdasarkan Al Qur’unul Karim, agar kita mampu memposisikan beliau sebagai hamba Allah yang terpuji dan terpilih, bukan sebagai salah seorang Tuhan dari berbagai macam Tuhan yang disembah:
Mengobati Kekecewaan dalam Dakwah
Tak ada manusia yang tak pernah kecewa karena sesungguhnya kecewa itu manusiawi. Hanya saja, feed back dari kekecewaan itu berbeda pada diri setiap orang. Ada orang-orang yang mampu mengatasi dan mengubah kekecewaan itu dengan energi positif yang konstruktif, namun ada juga orang-orang yang tidak mampu mengatasinya karena lebih didominasi energi negatif yang desdruktif.
Kekecewaan tak lagi syar’i bila didasari hawa nafsu, dan bukan atas dasar kebenaran (al haq). Tak lagi rasional bila kemudian berubah menjadi kedengkian dan kebencian yang menghancurkan diri sendiri dan memporak-porandakan teman-teman di sekelilingnya, menjadi duri dalam daging. Maka motto yang sebaiknya ada dalam diri kita adalah, “Jangan terlalu banyak menuntut, jadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain.”
Berikut ini ada sembilan energi postif yang dapat menjadi bahan bakar di dalam jiwa untuk mengatasi kekecewaan yang melanda, yaitu:
Kekecewaan tak lagi syar’i bila didasari hawa nafsu, dan bukan atas dasar kebenaran (al haq). Tak lagi rasional bila kemudian berubah menjadi kedengkian dan kebencian yang menghancurkan diri sendiri dan memporak-porandakan teman-teman di sekelilingnya, menjadi duri dalam daging. Maka motto yang sebaiknya ada dalam diri kita adalah, “Jangan terlalu banyak menuntut, jadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain.”
Berikut ini ada sembilan energi postif yang dapat menjadi bahan bakar di dalam jiwa untuk mengatasi kekecewaan yang melanda, yaitu:
Dakwahpun Memakai Toga
Tidak terasa empat tahun saya telah menginjakkan kaki di kampus yang tercinta ini. Hari ini perjuanganku selama empat tahun akan terbayar dengan sebuah simbol kebesaran wisudawan yaitu toga. Insya Allah selepas wisuda saya akan membuat acara syukuran, yah…sekedar makan-makan dan mengundang teman-teman.
Tidak terasa juga empat tahun yang lalu saya diajak oleh seorang ikhwah untuk ikut belajar mengaji dan belajar dasar-dasar keislaman yang belakangan saya ketahui bernama Tarbiyah. Setiap pekannya saya diberikan nasehat dan ilmu-ilmu islam lainnya oleh seorang ustadz yang kami sebut murabbi. Hari-hariku begitu indah dengan tarbiyah ini, begitu menyejukkan.
Tidak terasa juga empat tahun yang lalu saya diajak oleh seorang ikhwah untuk ikut belajar mengaji dan belajar dasar-dasar keislaman yang belakangan saya ketahui bernama Tarbiyah. Setiap pekannya saya diberikan nasehat dan ilmu-ilmu islam lainnya oleh seorang ustadz yang kami sebut murabbi. Hari-hariku begitu indah dengan tarbiyah ini, begitu menyejukkan.
Langganan:
Komentar (Atom)
RSS Feed
Twitter










