7 Fakta Dunia Ikhwah

Zona554. Kalau kita bicara soal ikhwah maka semua akan mengatakan  ikhwah itu adalah sosok laki-laki dengan celana gantung –diatas mata kaki-, ada juga yang mengatakan ikhwah itu kalau pake jenggot, ada juga yang katanya nih…ikhwah itu kalau liat wanita yang bukan mahramnya langsung tundukkan pandangan.

Tapi, ternyata ikhwah itu memiliki sisi lain yang bisa jadi bahan instropeksi buat diri kita masing-masing. Kira – kira dunia lain ikhwah itu bagaimana?
 
1.    Memiliki Tarbiyah

Seorang ikhwah tahu betul kondisi ummat Islam sekarang ini, banyak tapi tidak berkualitas dan  terasing ditengah ummat Islam itu sendiri. Ikhwah juga tahu betul jalan tarbiyah ini merupakan salah satu cara terbaik untuk saat ini dalam mengembalikan kejayaan Islam. Karena Tarbiyah mengarahkan kita sebagai seorang mukmin dan juga seorang mukmin yang peduli dengan mukmin yang lainnya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda ”Aku tinggalkan untuk kalian 2 perkara, kalian tidak akan tersesat sesudahnya (dengan berpegang teguh pada keduanya) yaitu Kitabullah dan Sunnahku, tidak akan berpisah/bertentangan sampai keduanya kembali kepada Haud (yaitu kiamat)”…(Shahihul Jami’)

2.    Memiliki Ta’lim Rutin


Ikhwah tahu betul akan kelemahannya, ikhwah tahu betul akan pentingnya suatu ilmu syar’i karena pokok dari kelemahan Ummat Islam adalah ketidak pahamnya mereka dengan agamanya sendiri. Untuk menghilangkan kebodohan itu adalah dengan menuntut ilmu syar’i.  Untuk menghilangkan kesyirikan dan mengembalikan ummat ini kepada Tauhid jalannya adalah dengan menuntut ilmu yang senantiasa berpedoman pada Salaful Ummah.

Ibnul Qayyim mengatakan, “Sesungguhnya seluruh sifat yang menyebabkan hamba dipuji oleh Allah di dalam Al Qur’an maka itu semua merupakan buah dan hasil dari ilmu. Dan seluruh celaan yang disebutkan oleh-Nya maka itu semua bersumber dari kebodohan dan akibat darinya…”
Beliau juga menegaskan, “Dan tidaklah diragukan bahwasanya kebodohan adalah pokok seluruh kerusakan. Dan semua bahaya yang menimpa manusia di dunia dan di akhirat maka itu adalah akibat dari kebodohan…”

3.    Sholatnya di Masjid


Alhamdulillah dengan segala nikmat badan sempurna yang Allah berikan kepada kita. Sangat malulah kita kepada Sahabat Abdullah bin Ummi Maktum Radhiyallahu ‘anhu yang memiliki keterbatasan penglihat dengan kondisi badan yang lemah, kemudian harus melewati hutan belantara tetapi beliau tetap melaksanakan sholat wajibnya di Masjid. Tidak masbuk, apatahlagi harus menunda-nunda waktunya bahkan rumahnya sudah dianggap masjid –ikhwah tahu betul ini tidak benar-.

Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ”Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid.” Maka ia meminta keringanan kepada Rasulullah untuk tidak shalat berjama’ah dan agar diperbolehkan shalat di rumahnya. Kemudian Rasulullah memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika lelaki itu hendak beranjak, Rasulullah memanggilnya lagi dan bertanya, “Apakah kamu mendengar adzan?” Ia menjawab, ”Ya”. Rasulullah bersabda, ”Penuhilah seruan (adzan) itu.”.”(HR. Muslim)

4.    Ngajinya Rutin


Ikhwah sangat tahu kalau salah satu kelemahan Ummat Islam sekarang adalah jauhnya dari Al Qur’an. Ikhwah tahu betul bahwa hati ini bisa berkarat dan juga bisa sakit,  yang bisa membersihkan karatan dan penyakit dalam hati adalah membaca Al Qur’an.

Dari Abdullah Ibnu Umar Radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda  ’’Sesungguhnya hati ini dapat berkarat sebagaimana berkaratnya besi bila terkena air, Beliau ditanya ”Wahai Rasulullah,bagaimana cara membersihkannya? “ Rasulullah bersabda ’’Memperbanyak mengingat mati dan membaca Al Quran,”(HR Imam Baihaqi)

5.    Dzikir Tetap Jalan


Ikhwah itu akan senatiasa membasahi lisannya dengan dzikir. Yang pastinya –insya Allah- tidak meninggalkan dzikir pagi petangnya.

Allah berfirman “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allahlah hati menjadi tenteram” (ar-Ra’d:28)

Ibnu Qayyim berkata, “Segala sesuatu itu mempunyai penerang, dan sesungguhnya penerang hati itu adalah dzikrullah (mengingat Allah).

6.    Infaqnya Rutin


Ikhwah itu menginfakkan dirinya untuk agama ini dan ikhwah itu akan senantiasa menginfakkan harta yang Allah titipkan untuknya. Ikhwah tahu kalau perjuangan itu butuh dana dan dana itu dari kita semua. Kalau bukan kita yang menolong agama Allah lalu siapa lagi?

Allah berfirman “Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka…” (Qs. At Taubah : 111)

7.    Ukhuwahnya Kuat
Ikhwah itu walaupun sebelummnya tidak kenal, walaupun terkadang berbeda pendapat dalam rapat, walaupun berbeda suku tapi mereka tahu kalau kita itu dipersaudarakan dengan Aqidah yang sama. Bukan status sosial. Ikhwah itu saling mendoakan antara satu dengan yang lainnya. Ikhwah itu saling merindukan suka dan duka bersama, saling merindukan masa-masa perjuangan bersama dan kebersamaan atas dasar keimanan yang satu.

Tujuh diatas tidaklah cukup untuk mewakili keistimewaan seorang ikhwah. Hal itu patut kita syukuri dan kesyukuran itu harus kita tuangkan dalam bentuk berdakwah, mengajak orang lain pada kenikmatan Islam ini yang tidak semua orang mendapatkannya.

SEMOGA IKHWAH ITU ADALAH KITA..AAMIIN… (ST)

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © ZONA 554