Futur Tanpa Sadar

Seperti biasanya tepat pukul 07.00 Abdullah berangkat dari rumah menuju ke kampus favorite.Abdullah termasuk orang yang selektif untuk urusan angkot alias pete’-pete’, alasannya karena Abdullah harus menunggu angkot dengan kursi yang kosong didekat Pak Sopir, Abdullah tidak mau berdempet-dempetan dengan wanita jika harus duduk dikursi belakang –bukan mahram red-.

Salah satu khas dari mobil angkot adalah alunan musik bak studio berjalan. Alasannya agar penumpang tidak bosan, tapi buat Abdullah hal itu sangat menyiksa panas rasanya telinga  mendengarnya –walaupun terkadang syaitan membisikkan ‘udah dengarin aja toh bukan kamu yang nyetel’-. Makanya sebelum naik keangkot tersebut terkadang Abdullah minta agar volume musiknya dikecilin.

Dengan bekal membaca buku diatas angkot perjalanan yang jauh dari rumah ke kampus tidak terasa udah sampai, tapi Abdullah bukan turunnya didepan kampus melainkan didepan Masjid yang berwarna coklat –sekarang sudah berwarna hijau- maksudnya agar Abdullah bisa menyapa ikhwah terlebih dahulu sekaligus sholat dhuha sebelum memulai perkuliahan.

Walaupun waktu perkuliahan, Abdullah dkk terkadang nongkrong dikoridor –maklum dosennya belum datang-. Abdullah dan beberapa teman laki-lakinya nongkrong dikoridor yang agak jauh dari keramaian –khawatir banyak penampakan yang lewat, belum lagi pandangan susah dialihkan-. Diselah-selah waktu kosong inilah Abdullah sering membaca majalah islamy langganannya sambil menunggu perkuliahan selanjutnya.

Tepat pukul 12.15 perkuliahan telah usai, Abdullah bergegas ke Masjid. Sesampai disana Abdullah melihat beberapa ikhwah sudah berada di dalam Masjid menanti panggilan yang menyejukkan hati bagi yang mendengarkannya. Abdullah juga melihat tempat wudhu yang begitu bersih karena ikhwah petugas kebersihan menjalankan amanahnya dengan baik – Masya Allah, begitu banyak cara untuk berhikmat buat kaum muslimin-

Tapi…kenapa sekretariat terkunci??, astagfirullah….Abdullah baru ingat, ternyata ada kesepakatan dari ikhwah kalau sekret harus dikosongkan 10 menit sebelum adzan –ini dilakukan agar pengurus bisa menjadi teladan bagi jama’ah-

Tanpa berlama-lama Abdullah langsung berwudhu lalu masuk mengambil manfaat dari shaf pertama untuk sholat rawatib dan dilanjutkan dengan sholat dzuhur berjama’ah. Seperti biasa Abdullah dan jama’ah masjid mendengarkan kultum dari ustadz sesaui jadwal yang ada setelah sholat.

Selepas kultum Abdullah berusaha menyapa beberapa dosen, staf, teman-teman dan adik-adik yang ada di masjid itu –belajar berdakwah, walau hanya sekedar sapaan singkat-

Setelah menjalankan praktek dakwah fardiyah yang diajarkan senior-seniornya, Abdullah kembali masuk ke masjid untuk sholat rawatib ba’da dhuhur and dilanjutkan dengan mentoring – merupakan program unggulan, berharap akan lahir generasi pejuang dari program ini-.

Waktupun berlalu,  Abdulla merebahkan badannya dilantai untuk menghilangkan kelelahan hari itu dan Alhamdulillah terbangun ketika suara adzan berkumandang menunjukkan waktu ashar dah masuk. Abdullah segera menuju tempat kesegaran dan mulai menyegarkan anggota wudhunya hasil keringat dari ikhwah BRTM –jazakumullahu khairan-

Setelah ashar merupakan waktu yang sangat pas untuk mengerjakan tugas, berolah raga, tarbiyah, ta’lim, musyawarah dan beberapa kegiatan lainnya. Seabrek kegiatan itulah yang sering dijalankan oleh ikhwah ditempat ini. –masya Allah-

Waktu terus bergulir, seluruh agenda dihentikan untuk persiapan sholat magrib karena setelah itu ada rapat yang akan dilanjutkan setelah isya plus makan malam. Setelah beraktivitas di kampus Abdullahpun kembali ke rumah dengan angkot –Alhamdulillah hari-hari berlalu tanpa atau lebih tepatnya kurang maksiat-.

Tapi….itu dulu….

Kenikmatan telinga ini sudah tidak peka lagi dengan suara musik, kita seolah-olah lupa dengan hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam


“Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamar dan alat-alat musik…..” ( Riwayat al-Bukhari)

Begitu entengnya, apakah kita termasuk dalam hadits itu??

Terhadap wanita kita terkadang bersikap biasa-biasa saja

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka janganlah ia berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita tanpa ada mahram wanita tersebut karena setan menjadi orang ketiga di antara mereka berdua.” (HR. Ahmad dinilai shahih oleh Syekh Al Bani)

Bagaimana dengan Tarbiyah yang kita yakini sebagai sarana untuk mengembalikan kejayaan Islam??

Tarbiyah…insya Allah pekan depan, hari ini badan begitu lelah. Ta’lim hari ini, dilewatkan dulu ada acara keluarga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda
 “Sesungguhnya di antara perkara yang aku khawatirkan atas kalian setelahku adalah dibukakan kepadamu kesenangan dunia dan perhiasannya.” (HR Bukhari dan Muslim).

Mengapa dakwah kampus itu juga berijazah seiring gelar yang disandang?

Ah…itukan kampus jangan terlalu idealis

Apa yang terjadi dengan kita??

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ


Allaahumma Musharrifal Quluub, Sharrif Quluubanaa ‘Alaa Thaa’atik

Artinya: “Ya Allah yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk taat kepadamu.” (HR. Muslim)

(ST)

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © ZONA 554