Syarat Diterimanya Ibadah

Zoners…untuk masuk pada sebuah sekolah atau perguruan tinggi pasti harus memenuhi beberapa persyaratan. Misalnya nih surat tanda tamat belajar, surat keterangan berkelakuan baik dari Polisi, surat keterangan sehat dan syarat-syarat lainnya. Untuk memenuhi keinginan masuk pada sekolah atau perguruan tinggi favorit pastilah kita berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi persyaratannya. Bukan?
Zoners…ternyata untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, kita akan berupaya sekuat tenaga demi terwujudnya tujuan tersebut apatahlagi kita sangat berharap agar seluruh aktivitas ibadah kita diterima oleh Allah Subhanahu Wata’ala. Jadi, apa saja yang dilakukan agar ibadah kita diterima oleh Allah??
Zoners…ternyata hanya dengan 2 syarat, yah 2 syarat Allah akan menerima Ibadah kita. Berikut uraiannya
Allah Subhanahu Wata’ala berfirman yang artinya, “Sesunggunya Sesembahan kalian adalah sesembahan yang esa, barangsiapa yang mengharapkan perjumpaan dengan Robbnya maka hendaklah ia beramal ibadah dengan amalan yang sholeh dan tidak menyekutukan Robbnya dalam amal ibadahnya dengan suatu apapun“.(QS : Al Kahfi: 110).
Ibnu Katsir seorang pakar ulama tafsir mengatakan “Maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh”, maksudnya adalah mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan “janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”, maksudnya selalu mengharap wajah Allah semata dan tidak berbuat syirik pada-Nya.” Kemudian beliau mengatakan, “Inilah dua rukun diterimanya ibadah, yaitu harus ikhlas karena Allah dan mengikuti petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Jadi syarat diterimanay ibadah adalah :
1.Ikhlas
Ikhlas maksudnya adalah melakukan ibadah tersebut sepenuh hati bukan karena mengharapkan pujian dari mahluk apapun berupa pujian dari manusia dan lain sebagainya. So, Bagaimana dengan niat yang ikhlas?  Ulama terkemuka Syaikh Utsaimin mengatakan “Niat dalam seluruh ibadah tempatnya di hati bukan di lisan dan hal ini telah disepakati para ‘ulama kaum muslimin. Seandainya ada seorang yang melafadzkan niat dan hal itu berbeda dengan niat yang ada dalam hatinya maka yang menjadi tolak ukur berpahala atau tidaknya amal adalah niat yang ada dalam hatinya bukan yang ada di lisannya”
Jadi, ikhlas itu berniat dalam hati karena Allah bukan diucapkan dilisan. Bayangin aja kalau seluruh ibadah harus diniatkan dengan lisan maka akan repot hidup ini. Contoh : bersedekah kan ibadah? Jadi niat lisannya apa dong. Berbuat baik itukan ibadah? Terus niatnya dilisan apa? Dll
Zoners...ternyata niat itu cukup dihati bukan dilisan

2.Sesuai petunjuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
Sudah barang tentu seorang muslim cinta pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Nah bukti kalau kita cinta kepada Allah adalah ittiba’/mengikuti beliau shallallahu ‘alaihi wasallam terutama dalam beramal, sebagaimana firman Allah ‘azza wa jalla (yang artinya), “Katakanlah (Wahai Muhammad) jika mereka mencintai Allah maka iktutilah aku (Muhammad) maka Allah akan mencintai kalian” (QS. Al ‘Imron: 31). Maka di antara konsekuensi dari mencintai Allah dan mengimani kerosulan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah mengikuti syari’at beliau yang tercakup di dalamnya ibadah. Bahkan mengikuti apa yang beliau perintahkan/syari’atkan merupakan salah satu hak beliau yang teragung yang harus kita tunaikan
Zoners...jadi beribadah tidak cukup hanya dengan niat ikhlas tapi harus juga mengikuti cara-cara Rasulullah dalam beribadah.  Seperti Wudhu, mandi wajib dan sholat

Zoners...udah pada tahu kan syarat diterimanya ibadah?? Jadi...setiap kalian beribadah jangan lupa sertakan kedua syarat ini, karena walaupun kalian ikhlas 100% beribadah kemudia tidak sesaui tuntunan Rasulullah  maka ibadah kita sama dengan nol begitupun sebaliknya walaupun Ibadahnya 100% sesuai tuntunan Rasulullah n kemudian tidak ikhlas maka sama saja dengan nol juga.
Wallahu a’lam

Referensi Buletin At Tauhid

0 komentar:

Posting Komentar

Copyright © ZONA 554